News 12 Dec, 2020 210

Terutama saat Pandemi, APLI Berkontribusi Positif bagi Sosial Ekonomi Masyarakat

<?=$content->title;?>

POSKOTA.CO-Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) menggelar APLI Award sebagai rangkaian kegiatan APLI Convention 2020. Kegiatan yang dihadiri para pelaku  serta pemangku kepentingan ini dilaksanakan guna mensosialisasikan kembali industri penjualan langsung yang memiliki dampak positif bagi masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi, terutama pada  masa pandemi Covid-19.

“Melalui kegiatan ini kami menyambut baik komitmen yang diberikan oleh para mitra kerja APLI beserta seluruh pemangku kepentingan termasuk Kementerian Perdagangan, BKPM, Satgas Waspada Investasi Polri, BPOM, Dewan Syariah Nasional MUI guna mensosialisasikan dan memperkuat persepsi masyarakat terkait industri penjualan langsung di Indonesia,” kata Ketua APLI Kany V. Soemantoro di sela-sela acara APLI Convention dan Award 2020.

Menurut Kany, saat ini banyak masyarakat yang dirugikan oleh maraknya praktik penipuan berkedok investasi, tabungan, arisan, investasi emas, asuransi dan sebagainya yang  beroperasi menggunakan nama multi level marketing (MLM)/penjualan langsung. Oleh karena itu APLI mensyaratkan para anggotanya hanya boleh menjual produk yang legal.

Agar industri penjualan langsung tetap sehat dan berkelanjutan, maka  APLI  menggelar acara talk show pada tanggal 7, 8, dan 9 Desember 2020. Kegiatan digelar di Studio Kantor PT Nusa Selaran Indonesia (NU SKIN).

Talk Show yang digelar pada 7 Desember 2020 tema pertama diambil “Peran Serta Industri Direct Selling dalam Perekonomian di Tengah Pandemi”. Kegiatan ini menghadiekan narasumber Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syaulendra, Kepala Sub. Direktorat Sektor Tersier BKPM , serta Ketua Umum APLI Kany V. Soemantoro.

Untuk tema kedua diambil “Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Money Game di Indonesia”. Dalam kegiatan kedua ini narasumber yang dihadirkan masing-masing Tongan L. Tobing dari Satgas Investasi, Kombes Pol. Ma’mun, S.IK, MSi dan Kompol Yogie Hardiman,  SH dari Bareskrim Polri, serta Ir. Djoko H. Komara dari Dewan Komisioner APLI.

Sementara pada talk show tanggal 8 tema yang diambil hanya satu yakni  “ Pentingkah Halal Produk dan Sertifikasi Syariah dalam Direct Selling di Indonesia?”. Dalam talk shw ini narasumber yang dihadiekan masing-masing Dr. Moch. Buchori Muslim, LC, MA dari DSN MUI, Dra. Rita Endang, Apt, M. Kes dari BPOM, serta Koen Verheyen dari Dewan Komisioner APLI.

Sedangkan  talk show yang digelar pada 9 Desember 2020 tema yang diambil “Maraknya Investasi Ilegal dalam Industri Direct Selling”. Narasumber yang dihadirkan masing-masing AKBP Juliarman EP Pasaribu S.Sos, S. IK dari Mabes Polri, Dr. U. Mulyaharja, SH, SE, Mkn, CLA dari konsultan APLI, serta Roy Tanani dari Dewan Komisioner APLI.

Dan acara  APLI Convention dan Award 2020 yang digelar di Hotel Intercontinental Pondok Indah dihadiri antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kabareskrim Polri Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, MSi. Dalam kegiatan ini diberikan penghargaan kepada The Best Entrepreneur of The Year kepada orang yang berjasa dalam industri maupun asosiasi serta para penyidik Polri yang berprestasi dalam industri direct selling.

Kany berharap dengan adanya Convention 2020 APLI dapat menjadi wadah perusahaan yang bergerak dalam industri penjualan langsung yang bekerja sesai aturan. Asosiasi akan menciptakan iklim usaha yang sehat serta menjalankan kode etik dalam menjalankan usaha.

Selain itu APLI juga akan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah demi pengembangan usaha anggota dan perlindungan konsumen. Dan yang tak kalah penting APLI akan membuka pelatihan bagi anggotanya yang menyangkut administrasi yang baik serta perpajakan demi memajukan usaha mereka.

Sementara itu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi eksistensi Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) yang telah berkontribusi positif pada perekonomian dan kesejahteraan rakyat.  Merujuk laporan tahunan dari 147 perusahaan pada 2019, perusahaan direct selling, termasuk yang menjalankan penjualan dengan sistem berjenjang (MLM) yang  berhasil mencatatkan transaksi penjualan Rp 14,7 triliun dengan melibatkan 5,3 juta mitra usaha.

“Catatan menggembirakan lainnya yang patut diapresiasi adalah bahwa skema MLM ini juga dimanfaatkan bagi pelajar dan mahasiswa sehingga mereka bisa berwirausaha sambil menempuh pendidikan,” ujar Bambang  saat membuka Malam Penganugrahan APLI Awards 2020 di Jakarta. (*/fs)


Sumber : https://poskota.co/ekonomi-bisnis/terutama-saat-pandemi-apli-berkontribusi-positif-bagi-sosial-ekonomi-masyarakat/


Artikel Terkait