News 13 Dec, 2020 691

Bisnis Direct Selling Mampu Bertumbuh Di Tengah Hantaman Pandemi Covid-19

<?=$content->title;?>

JAKARTA, Investor.id - Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) mencatat bisnis direct selling mampu berkontribusi terhadap perekonomian negara hingga Rp 16,3 triliun sepanjang tahun ini atau selama masa pandemi Covid-19. Bahkan, bisnis direct selling tetap eksis dan bertumbuh di tengah banyak perusahaan mengurangi karyawan hingga gulung tikar.

APLI merupakan organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan tempat berhimpun para perusahaan penjualan langsung (direct selling), termasuk perusahaan yang menjalankan penjualan dengan sistem berjenjang (multi level marketing/MLM) di Indonesia. APLI telah menjadi Anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan diakui departemen perdagangan. APLI juga bagian dan satu-satunya asosiasi yang telah diakui oleh Federasi Penjualan Langsung Internasional (World Federation of Direct Selling Assosiation/WFDSA). APLI telah memiliki sebanyak 104 anggota yang berasal dari berbagai bidang penjualan. Ketua APLI Kany V Soemantoro mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 ini, bisnis direct selling mampu memberikan pendapatan senilai Rp 14,7 triliun bagi negara, bahkan nilainya mencapai Rp 16,3 triliun. Pihaknya berharap bisnis direct selling bisa membantu lebih besar lagi bagi perekonomian negara ke depan. “Di saat bisnis lain gulung tikar dan melaksanakan PHK karyawan. Namun industri direct selling justru tetap eksis. Semua keberhasilan itu berkat leader, mitrabusaha, dan anggota yang selalu melakukan penjualan produk industri kami,” ujarnya dalam acara APLI Convention And Awards 2020 yang berlangsung di Intercontinental Hotel, Pondok Indah, Jakarta, beberapa waktu lalu. Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi eksistensi APLI yang telah berkontribusi bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Merujuk laporan tahunan dari 147 perusahaan pada 2019, perusahaan direct selling, termasuk yang menjalankan penjualan dengan sistem berjenjang (multi level marketing), berhasil mencatatkan transaksi penjualan Rp 14,7 triliun dengan melibatkan 5,3 juta mitra usaha. "Catatan menggembirakan lainnya yang patut diapresiasi adalah bahwa skema MLM ini juga dimanfaatkan bagi pelajar dan mahasiswa sehingga mereka bisa berwirausaha sambil menempuh pendidikan," ujarnya. Dia menjelaskan, sektor penjualan langsung MLM juga berjasa untuk menjaga dan melindungi produk dalam negeri. Karena lebih dari separuh atau sekitar 51,86% produk yang dijual merupakan produk dalam negeri. Meskipun demikian, Bamsoet tidak menutup mata bahwa, hingga kini masih ada kendala yang dihadapi, antara lain stigma negatif masyarakat terhadap bisnis penjualan langsung. "Hal ini dipicu oleh oknum-oknum pelaku usaha yang tidak mengindahkan kode etik dan aturan dalam penawaran program, sehingga justru menimbulkan sikap antipati masyarakat," jelas Bamsoet. Rangkaian Acara Terkait pelaksanaan APLI Convention and Awards 2020, Kany V Soemantoro mengatakan, dihadiri para pelaku industri penjualan langsung serta pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mensosialisasikan kembali industri penjualan langsung serta dampak positif secara ekonomi dan sosial terhadap masyarakat. APLI Convention 2020 ini juga dihadiri Ketua MPR Bambang Soesatyo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal hlil Lahadalia, Kabereskrim Polri Komjen. Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, dan diikuti dengan rangkaian acara rekognisi kepada para mitra usaha sebagai Top Leader dari seluruh Perusahaan anggota APLI. Kany V Soemantoro mengatakan, pihaknya menyambut baik komitmen yang diberikan oleh para mitra kerja APLI beserta seluruh pemangku kepentingan termasuk Kementerian Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Satuan Tugas Waspada Investasi, Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) guna mensosialisasikan dan memperkuat persepsi masyarakat terkait industri penjualan langsung di Indonesia. “Dewasa ini memang banyak masyarakat yang dirugikan oleh maraknya praktik penipuan berkedok investasi, tabungan, arisan, investasi emas, asuransi, dan sebagainya yang beroperasi menggunakan nama penjualan langsung atau multi level marketing. APLI bersama para stakeholder terus berupaya memberantas praktik-praktik ilegal seperti itu,” ujarnya. APLI Convention and Awards 2020 berlangsung sejak 7-9 Desember 2020 diisi berbagai kegiatan. Di antaranya, APLI Talk Show pada 7 Desember 2020 denegan mengangkat tema Peran Serta Industri Direct Selling dalam Perekonomian di tengah Pandemi. Sedangkan tema kedua Upaya pemerintah dalam mengatasi Money Game di Indonesia. Begitu juga dengan kegiatan pada 8 Desember 2020 digelar dengan mengangkat tema “Pentingkah Halal Produk dan Sertifikasi Syariah Dalam Direct Selling di Indonesia”. Seminar ini mengundang narasumber pertama Ketua Bidang Industri Bisnis dan Ekonomi Syariah DSN-MUI Dr Moch Bukhori Muslim, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Dra. Rita Endang, dan Dewan Komisioner APLI Koen Verheyen. Sedangkan kegiatan terakhir digelar pada 9 Desember 2020 dengan tema “Maraknya Investasi Illegal dalam Industri Direct Selling”. Seminar ini mengundang pembicara NCB Interpol Indonesia Divhubinter POLRI AKBP Juliarman EP Pasaribu, CLA dari Head Legal Consultant APLI Dr. U. Mulyaharja, dan Dewan Komisioner APLI Roys Tanani. Sementara itu, Steering Committee sekaligus Sekjen APLI  Ina Rachman menegaskan, agenda tahunan APLI Convention 2020 ini sejalan dengan misi APLI, yaitu Menjadi wadah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan langsung, yang bekerja sesuai aturan-aturan yang ditentukan serta ikut membina para anggota asosiasi agar menciptakan iklim usaha yang sehat, perilaku anggota yang terpuji dan menjunjung tinggi kode etik asosiasi dalam menjalankan usahanya. APLI juga menjalin kerja sama dengan instansi-instansi Pemerintah yang terkait, demi pengembangan usaha kecil dan menengah yang dijalankan oleh mitra usaha secara sehat dan berkelanjutan serta terwujud perlindungan konsumen secara baik dan benar. APLI juga membuka kesempatan pelatihan bagi anggota APLI tentang cara-cara memajukan usaha, system administrasi yang baik, urusan perpajakan dan lain-lain hal yang terkait untuk kemajuan usaha, terutama bagi anggota APLI berskala menengah dan kecil. Sedangkan acara digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. 


Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : https://investor.id/business/bisnis-direct-selling-mampu-bertumbuh-di-tengah-hantaman-pandemi-covid19


Artikel Terkait